7 Syarat Aqiqah Menurut Syariat Islam

7 Syarat Aqiqah Menurut Syariat Islam – Aqiqah adalah ibadah yang telah disyariatkan dalam agama Islam. Hal tersebut sesuai dengan pandangan mayoritas ulama-ulama fiqh. Lalu apa saja syarat aqiqah yang wajjb dilakukan oleh Anda sebagai seorang muslim?

Mengetahui syarat aqiqah merupakan hal penting supaya ibadah aqiqah Anda aqiqahkan dinilai sah dan membawa keberkahan. Percuma jika Anda melaksanakan perintah agama tersebut tapi tidak disesuaikan dengan syarat aqiqah yang berlaku dalam Islam.

syarat aqiqah

Hukum Melaksanakan Aqiqah

Aqiqah sendiri dilakukan sekali dalam seumur hidup. Adapun hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakad. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang aqiqah untuk anak yang baru lahir :

 

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

 

Setiap bayi yang lahir tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkanlah kambing untuknya pada hari ke tujuh ia lahir, dicukur dan diberilah ia nama”

Ada baiknya jika tiap-tiap muslim menunaikan aqiqah berdasarkan waktu yang telah dianjurkan oleh syariat Islam. Hal ini agar ibadah aqiqah bisa menjadi sempurna sebab hadits-hadits yang ada menunjukkan waktu penyembelihan aqiqah adalah pada hari ketujuh, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang telah ditulis di atas.

Namun apabila hari ketujuh dari kelahiran sang anak tersebut luput atau bisa dikatakan terlewat maka ada sebagian ulama yang membolehkan untuk melaksanakan aqiqah pada hari keempat belas.

Tapi jika di hari ke empat belas tidak bisa, maka aqiqah bisa dilaksanakan pada hari ke dua puluh satu. Adapun ketika lahir seorang bayi dalam sebuah keluarga, maka lakukanlah hal-hal yang baik dilakukan untuk sang bayi seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah.

  1. Hendaklah sang anak disuapi dengan sesuatu yang manis sebab Rasulullah pernah menyuapi anak yang baru lahir dengan kurma.
  2. Hendaklah sang anak dibacakan adzan di dekat telinganya yang kanan lalu dibacakan iqamah di dekat telinga kirinya.

Kedua anjuran di atas berdasarkan sabda Rasulullah SAW dari Sahabat, “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah mengumandangkan adzan pada telinga Husain (cucu beliau) ketika Fatimah melahirkan Husain.” (Riwayat Ahmad dan Tirmidzi).

Kemudian hadis dari Husain bin Ali (cucu beliau SAW), Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa anaknya lahir, maka telinganya yang kanan diadzani dan telinga yang kiri diiqamahi, niscaya selamatlah anak itu dari jin dan juga penyakit.“

Untuk melaksanakan aqiqah ini, perlu diperhatikan syarat-syarat aqiqah sebagaimana diatur dalam syariat Islam berikut ini:

7 Syarat Aqiqah 

  1. Haram niat menyembelih kambing untuk selain Allah
  2. Harus berlaku lembut dan tidak kasar pada kambing
  3. Berbuat baik ketika hendak menyembelih kambing yakni dengan melaksanakan beberapa hal berikut :
    1. Tajamkanlah pisau agar ketika menyembelih tidak terasa sakit karena lama
    2. Menjauhlah dari penglihatan kambing ketika hendak menajamkan pisau
    3. Giringlah kambing ke tempat penyembelihan dengan cara yang halus dan baik
    4. Merebahkan hewan sembelihan
    5. Tempat atau bagian tubuuh yang disembelih
  4. Hadapkanlah hewan yang akan disembelih ke arah kiblat
  5. Letakkanlah telapak kaki pada leher kambing yang akan disembelih
  6. Ucapkan tasmiyah atau bismillah
  7. Tidak boleh menggunakan tulang dan kuku sebagai alat untuk menyembelih kambing

Itulah ulasan mengenai syarat-syarat aqiqah yang dianjurkan oleh syariat Islam untuk dilakukan oleh umat muslim. Semoga bermanfaat. Untuk anda yang berencana melakukan ibadah aqiqah untuk buah hati atau diri sendiri, hubungi kami Alisa Aqiqah. Solusi Mudah Dalam Beribadah, melayani jasa aqiqah siap saji dengan segala kemudahannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *